Subscribers

Artikel

28/11/2013

Tanda Gebetan Ngga Suka Sama Kamu





     Di post kali ini gue mau bahas tentang gerak-gerik tanda gebetan kita udah ngga suka lagi sama kita. Ya sebelum harapan kamu ketinggian dan sebelum di jatuhin dari atas langit, mendingan kamu tau lebih awal tanda-tanda kalau dia ngga suka sama kamu. Kalau tanda-tanda yang gue bahas ini cocok banget sama kelakuan gebetan kamu, mendingan cari gebetan yang lain aja.


1. Ngga bales SMS atau BBM
Point pertama emang paling sakit. Setiap kali kamu SMS atau BBM-in pasti ngga pernah dibales. Jangankan di bales, dibaca juga ngga. Sakit bro *pukpuk*
Kalau udah begini yaudah pasrah aja deh. Ngga ada harapan lagi, mendingan kamu jual aja HP kamu ketimbang bikin sakit hati mulu.

2. Bales SMS atau BBM Seperlunya Doang
Poin kedua ngga terlalu parah daripada poin pertama. Disini keadaannya kamu udah berusaha mancing percakapan lewat SMS atau BBM, sayangnya dia ngejawab sekenanya aja. Singkat tapi ngga padat. Contohnya :

     "Eh, baju yang kamu pake tadi cakep loh, yang ada tulisan Super Junior-nya. Itu nama apa sih? Boyband ya?"
     "Lupa." 

3. Joke Kamu Ngga Pernah Diketawain
Kamu udah berusaha guling-guling terus di lindes truk demi ngelucu di depan dia dengan tujuan nyuri perhatiannya walaupun sebentar, tapi reaksi dia datar-datar aja. Disini ada dua kemungkinan. Pertama, emang lawakan kamu ngga pernah lucu. Kedua, dia budeg dan memang ngga tertarik sama apapun yang kamu lakuin. Emang sedih sih, tapi gue tau banget rasanya ngelawak tapi ngga ada yang ketawa. Pedih..

4. Lupa Nama
Dari semua poin, poin terakhir inilah yang paling sedih. Kita hafal banget sama nama panjangnya, bahkan tau nama hewan peliharannya dan nama temen-temennya. Eh dia malah lupa nama kita. Lupa apa emang ngga tau sama sekali? Ah sudahlah, ngga usah diperpanjang lagi, cukup sampe disini aja..


Sumber gambar : www.google.com









Baca selengkapnya »

13/08/2013

Dibalik Kisah Wikileaks

  

Lokomotif Pembocoran Informasi Rahasia Amerika Serikat (AS)
   Wikileaks (sebuah situs informasi online) mewarnai tahun 2010 dengan kehebohan yang membuat AS, Prancis, Inggris dan Australia uring-uringan. Sejumlah dokumen berklasifikasi top secret (sangat rahasia) dibocorkan secara terang-terangan oleh Julian Assenge, bos Wikileaks. Singapura-pun lebih berhati-hati untuk berbicara dengan AS, setelah Wikileaks berhasil membocorkan sikap mantan PM Singapura Lee Kuan Yew yang mengatakan juntan militer Myanmar sebagai sekumpulan orang-orang bodoh dan pejabat Korea Utara yang psikopat.

   Lebih dari 300.000 dokumen rahasia AS bocor di Internet. AS tidak menampik kesahihan dokumen-dokumen itu. Hal ini semakin menguatkan dugaan pernyataan sikap bahwa apa yang dilakukan oleh Wikileaks akan membahayakan keselamatan para agen-agen rahasia mereka di seluruh dunia serta menempatkan para aktivis dan penggerak propaganda AS di seluruh dunia dalam posisi yang sangat sulit. Diplomasi AS akan sangat terganggu dengan adanya pembocoran itu. Australia-pun menyalahkan lemahnya keamanan arsip dan intelijen AS.


   Banyak dari dokumen-dokumen tersebut berisi rencana-rencana buruk AS yang melakukan intervensi-intervensi di beberapa negara yang dianggap sebagai musuh demokrasi, termasuk kekejaman yang dilakukan para tentara AS di penjara teroris Guantanamo, serta kebiadabannya di Irak, Pakistan, dan Afghanistan. Indonesia sendiri sempat merasa cemas dengan disebut-sebutnya nama Indonesia dalam rilis-rilis informasi Wikileaks, meskipun kemudian Menkoinfo, Tifatul Sembiring menyatakan tidak perlu khawatir atas masalah tersebut.


   Assange Harus Dihentikan

   Tampaknya AS kehilangan akal untuk menggulung Assage. Ancaman-ancaman pembunuhan yang diduga didalangi oleh intelijen AS diacuhkan oleh Assenge. Bahkan, setelah AS dan Prancis menghadang dan menyetop serve-serve di kedua negara tersebut untuk bisa dipergunakan oleh Wikileaks, Assenge tidak kehilangan akal untuk memindahkan servenya ke Swiss. Ia akan terus memindakannya setiap kali servenya diblokir di suatu negara. Ia bertekad tetap akan melakukan kewajiban jurnalistikya membongkar semua kebusukan pemerintah dan militer AS. Inilah yang membuat banyak negara yang terhubung dengan kebijakan-kebijakan Gedung Putih menjadi cemas. Para penganut teori konspirasi percaya bahwa AS dan para sekutunya melakukan segala cara untuk menjatuhkan Assenge, tanpa harus dituduh telah melakukan kejahatan kemanusiaan. Mereka haru membuat agar citra Assenge menjadi buruk di mata internasional. Dunia harus percaya bahwa seorang Assenge adalah psikopat, kriminal yang tidak bisa dipercaya. Lagi-lagi sama seperti yang diduga terjadi di Malaysia. Isu seks-pun menjadi kartu truf untuk menjatuhkan Assenge.

   Seolah-olah terjadi dengan sangat kebetulan, pengadilan Swedia-pun mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Assenge atas tuduhan penyerang seksual kepada dua orang perempuan Swedia. Namun uniknya, Anna Ardin, salah satu di antara mereka justru memutuskan untuk menghentikan layanan mengaduan kasus tersebut. Menurut informasi, ia pindah ke Palestina untuk menjadi relawan. Beberapa status di twitter milih Ardin, justru dipandang sebagai sikap simpatinya kepada situs Wikileaks yang diblokir donasi dananya oleh negara-negara atas perintah AS. "Mastercard, Visa dan Paypal mereka sekarang." Demikian tulis Ardin yang ditafsir sebagai sikap simpatinya terhadap Wikileaks yang dihalangi untuk menerima donasi finansial dari para pendukung Wikileaks.


   Dengan banyaknya keganjilan yang ada, menjadi wajar ketika banyak orang menduga bahwa tuduhan penyerangan seksual terhadap dua perempuan Swedia itu merupakan skenario yang sengaja dibangun oleh sebuah komplotan untuk menyingkirkan Assenge dan Wikileaks-nya. Pengacara Assenge menduga upaya dari Jaksa Agung AS untuk dapat mengekstradisi (penyerahan orang yang dianggap melakukan kriminalitas oleh suatu negara kepada negara lain yang diatur dalam perjanjian antara negara yang bersangkutan) Assenge agar dapat diadili di AS.


   Senjata Pamungkas Assenge

   Assenge menyadari betul bagaimana berbahayanya situasi yang harus dihadapinya. Jika kemungkinan diekstradisi ke Amerika masih dianggap terlalu ringan, kemungkinan terburuk adalah ia akan 'dihilangkan'. Untuk itu, Assenge telah mempersiapkan sebuah bundel dokumen rahasia yang dienkripsi (ditulis dengan kode sandi) dengan sebuah password yang dinamakan 'Cablegate'. Apabila terjadi apa-apa pada dirinya, enkripsi (kode) berisi dokumen-dokumen rahasia itu akan tersebar secara otomatis untuk dibuka habis-habisan di media massa.
Baca selengkapnya »

07/08/2013

Guruku, Orang Tuaku



   


   Haiii!
   Udah lama gue ngga ngepost nih. Maklu lagi puasa, jadi jari gue ikutan kelaperan.
   Kali ini gue mau ngepost cerita nonfiksi gue yang pernah gue ikuti dalam lomba "Fatigon aksi semangat". Lombanya membuat sebuah cerita yang bisa menginspirasi para pembaca lainnnya, dan alhamdullilah dari ribuan peserta yang ikut, gue bisa masuk 5 besar.

   Waktu babak final, kelima orang yang terpilih di undang dalam acara KickAndy di MetroTV. Btw, untuk videonya blm gue search, entar kalau udah ada gue bakal edite ulang post ini + share video yang di tayangin dari metro tv. 

   Oke, langsung aja cek cerita dari gue! Have fun reading!   

  Menjadi guru bukanlah pekerjaan mudah, Didalamnya dituntut pengabdian, dan juga ketekunan. Harus ada pula kesabaran dan welas asih dalam menyampaikan pelajaran. Sebab sejatinya guru bukan hanya mendidik, tapi juga mengajarkan. Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menjalankannya. Menjadi guru bukan sesuatu yang gampang, apalagi menjadi guru bagi anak-anak yang mempunyai keistimewaan.

  Guru saya berama Ibu “Tuti” saya mengenalnya ketika masuk kelas 1 SMA.  Ia memiliki badan yang tidak terlalu tinggi, gendut, dan berkaca mata serta selalu berpakaian rapi. Ia berdiri di depan ruang kelas pada hari pertama tahun pengajaran, dan berbohong kepada murid-muridnya.

  Seperti kebanyakan pengajar, ia memandang ke seluruh murid dan berkata bahwa ia memperhatikan seluruh murid dengan adil. Tetapi hal itu tidak mungkin, karena di barisan depan, ada seorang anak yang duduk dengan menggelesot namanya Alfredo.

  Ibu Tuti sudah mengawasi Alfredo setahun sebelumnya dan ia memperhatikan bahwa dia tidak bisa bermain dengan baik dengan anak-anak yang lain karena bajunya yang kedodoran dan terlihat selalu perlu untuk dimandikan alias kotor. Dan Alfredo bisa jadi tidak suka. Itu semua mendapat penilaian, dimana Ibu Tuti kenyataannya akan memberikan tanda khusus di laporan Alfredo dengan tinta merah besar, membuat X tebal dan memberi tanda F besar di atas kertas laporan Alfredo.

  Di sekolah tempat Ibu Tuti mengajar, ia diminta untuk melihat ulang catatan murid-muridnya di tahun sebelumnya, dan ia membiarkan catatan Alfredo di giliran terakhir. Saat membaca catatan Alfredo ia terkejut. Wali kelas satu Alfredo menulis, Alfredo adalah anak yang cemerlang dan ceria. Ia mengerjakan perkerjaannya dengan rapi dan memiliki hal-hal yang baik. Ia membawa kegembiraan bagi sekitarnya. 

  Tidak hanya wali kelas di kelas satu, tetapi semua guru pun menulis demikian, Alfredo adalah murid yang sempurna, sangat disukai oleh seluruh temannya, tetapi konsentrasinya terganggu karena ibunya sakit stroke dan untuk tinggal di rumah adalah suatu perjuangan bagi Alfredo.

  Guru kelas duanya menulis, ia mendengar kematian ibunya dan ia berusaha untuk melakukan yang terbaik, tetapi ayahnya tidak menunjukkan ketertarikannya dan kehidupan di rumah akan segera mempengaruhinya jika tidak ada langkah-langkah yang dilakukan.

  Semenjak kejadian itu banyak guru-guru yang berkomentar tidak seperti tahun lalu, Alfredo menjadi mundur dan tidak tertarik ke sekolah. Ia tidak punya banyak teman dan terkadang tertidur di kelas.

  Setelah itu, Ibu Tuti menyadari masalahnya dan dia malu terhadap dirinya sendiri. Ia merasa tidak enak ketika murid-muridnya membawa hadiah ketika hari guru, yang dibungkus dengan pita-pita yang indah serta sampul batik, kecuali pemberian Alfredo. Hadiah dari Alfredo kumal bentuknya dan dibungkus dengan kertas coklat yang diambil dari tas belanja.

  Ibu Tuti dengan terharu membuka kado Alfredo ditengah-tengah kado yang lain. Anak-anak mulai tertawa saat ia menemukan gelang batu dimana beberapa batunya hilang, dan sebuah botol yang berisi parfum setengahnya.

  Tetapi ia menyuruh murid-muridnya diam dan menyatakan bahwa gelang pemberian Alfredo sangat indah, serta mengoleskan parfum di pergelangan tangannya.

  Setelah sekolah usai, Alfredo tetap tinggal, menunggu cukup lama untuk mengatakan, Ibu Tuti, hari ini bau wangi anda seperti ibu saya. Setelah murid-muridnya pergi, Ibu Tuti menangis hampir selama satu jam.

  Ibu Tuti memberi perhatian khusus kapada Alfredo. Selama bekerja dengannya, pikiran Alfredo mulai hidup. Semakin ia mendorong, semakin cepat Alfredo memberikan tanggapan.

  Di akhir tahun, Alfredo menjadi anak terpandai di kelas, akan tetapi Ibu Tuti jadi berbohong dengan mengatakan bahwa ia akan memperhatikan murid-muridnya secara adil, karena Alfredo telah menjadi murid kesayangannya.

  Satu tahun berlalu, Ibu Tuti menemukan sebuah surat di bawah pintu, dari Alfredo, yang mengatakan bahwa ia adalah guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.

  Lima tahun berlalu sebelum ia menerima surat yang lain dari Alfredo. Ia mengatakan bahwa saat orang memikirkan banyak hal, ia tetap tinggal di sekolah dan mempertahankannya, dan segera lulus dari akademi dengan penghargaan tertinggi di kuliahnya UI (Universitas Indonesia), ranking satu di kelas, dan Ibu Tuti tetap guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.

  Kemudian empat tahun berlalu dan surat yang lain datang lagi. Saat ini dia menjelaskan setelah menyelesaikan gelar sarjananya yang kedua, dia memutuskan untuk melanjutkan sedikit lagi. Surat itu menjelaskan bahwa Ibu Tuti tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.

  Kisahnya tidak berakhir disini. Masih ada surat lagi pada musin semi itu. Alfredo berkata bahwa ia bertemu dengan seorang gadis dan merencanakan untuk menikah. Ia mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu dan dia berharap Ibu Tuti bersedia duduk di kursi yang biasanya disediakan untuk ibu pengantin. Tentu saja Ibu Tuti bersedia.

  Dan coba tebak apa berikutnya? Ibu Tuti mengenakan gelang batu dimana beberapa batunya telah hilang. Dan ia memastikan memakai parfum yang diingat Alfredo dipakai ibunya pada hari guru ketika masih bisa bersama-sama.

  Mereka berpelukan, dan Dr.Alfredo berbisik di telinga Ibu Tuti, "Terima kasih Ibu Tuti, anda mempercayai saya. Terima kasih karena sudah membuat saya merasa begitu penting dan memperlihatkan bahwa saya dapat membuat perubahan."

  Ibu Tuti dengan air mata berlinang, balik berbisik. Ia berkata, "Nak.., semua yang kamu katakan keliru. Kamu adalah orang yang telah mengajari bahwa aku dapat membuat perubahan. Aku sungguh-sungguh tidak tahu bagaimana caranya mengajar sampai bertemu denganmu."

  Tolong ingatlah bahwa kemana pun kamu pergi, apa pun yang kamu lakukan, kamu akan punya kesempatan untuk menyentuh atau merubah diri seseorang.


Pesan Singkat :
"Ingat, Guru adalah teman, teman adalah adalah malaikat yang mengangkat kita ke atas kaki kita, saat sayap kita bermasalah untuk mengingat bagaimana caranya terbang"




-Selesai- 

Baca selengkapnya »

16/07/2013

Kebiasaan PDKT

 



 Hai mblo!
   Gimana puasanya? Lancar? Sip deh!

   Kali ini gue mau bahas #KebiasaanPDKT .
   PDKT adalah fase sebelum pacaran, dimana seseorang yang tertarik dengan lawan jenisnya melakukan pendekatan dengan orang yang dia sukai. PDKT bukan cuma fase pacaran, PDKT juga bisa di lakukan ke setiap orang. Contohnya, nilai bahasa Inggris di sekolah lo anjlok, jadi lo harus ngelakuin PDKT dengan guru bahasa Inggris lo itu supaya nilai lo bisa naik lagi. Caranya gimana? Ya itusih terserah sama lo sendiri, mau ngasih dia sesuatu, atau apaan *pengalaman*.

   Kebanyakan orang bilang kalau masa PDKT itu lebih asik dari masa pacaran. Menurut gue sih ngga. Itu semua tergantung kita sendiri, kalau lo memang cepat ngerasa bosan, mungkin saat PDKT itu lo udah ngerasa pait. Intinya semua itu kembali ke ke-pribadian kita masing-masing.

   Disini gue akan bahas apa-apa aja yang sering di lakukan orang selama PDKT, langsung aja deh ya.

1. Nanyain Kabar
     Disaat PDKT, kita semua bakal jadi manusia yang "sok perhatian", selain itu kita akan menjadi manusia yang super duper kepo. Kita bakal nanyain dia udah makan atau belum, dia lagi dimana, ngapain, sama siapa. Contohnya,

   "Kamu dimana?"
   "Aku lagi boker nih"
   "Wah, hati-hati deh ya. Jaga mata sama jaga hati kamu ya, jangan sampe naksir sama eek-nya"
   "...."

   Belum jadian aja udah ngelarang ngga boleh naksir ini itu. Hiii! Eek-kan eek gue, terserah gue dong!
   Saat PDKT, kalian memang boleh nanyain kabar gebetan, tapi jangan sampe berebihan. Kita juga belum tau orang yang kita PDKT-in itu suka sama kita atau ngga. Coba bayangin kalau lo di deketin sama orang yang ngga lo suka, terus dia nanyain kabar lo, kepo sekepo mungkin, dan ngelarang lo ini itu. Pasti lo sendiri bakal ngerasa ngga nyaman kan?

   Kalau orang yang kita PDKT-in itu suka sama kita, kemungkinan ceritanya bakal beda. Dia bakal ngerasa kalau kita udah jadi pacar-ablenya (jangan tanya artinya, gue juga ngga tau).

2. "Ada yang marah ngga?"
   Nah! Ini dia hal yang basi kalau kita lagi PDKT. Setiap PDKT, kita ngga akan pernah lepas dari kaliamt "Ada yang marah ngga?" Contohnya,

   "Kamu lagi ngapain?"
   "Lagi liatin semut aja sih. Ngga terlalu sibuk juga."
   "Wah asik dong! Eh iya.. Kalau aku nanya-nanya gini ada yang marah ngga?"

   Sebenernya kalimat "Ada yang marah ngga?" ini cuma modus doang. Modus nanya kalau dia itu udah punya pacar apa belum. Yah namanya anak jaman sekarang, maklum aja kebanyakan modus.

3. Sok Perhatian
   Sok perhatian adalah salah saatu cara untuk mengambil hati gebetan kita. Dimana kesannya kita akan menjadi orang yang perduli dengan keadaan dia saat ini. Jadi ketika orang PDKT, dia harus lebih perhatian dari saingan yang lainnya untuk mendapat perhatian dari si doi. Contoh,

   "Kamu udah makan belum?
   "Ngg.. Belum nih"
   "Duh.. Makan gih. Kalau ngga makan nanti kamu mati loh!"
   "...."

4. Selalu Ngasih Kalimat Manis
   Untuk menarik perhatian lawan jenis, kita bukan cuma harus perhatian, tapi kita juga harus ngasih dia kalimat-kalimat yang manis untuk buat dia percaya bahwa kalau dia jadian sama kita, dia bakalan bahagia. Contoh,

 "Kamu ngga ngerepotin kok, aku malah seneng di ganggu sama kamu :p"

"Kamu cantik deh, beda dari cewek yang lain"

"Bisa nemenin aku pergi ngga? Jalan sama temenku ngga asik, asikan sama kamu."

   Sekian post ini!
   Bonus nih #KalimatPDKT buat para pembaca. Mudah-mudahan aja berguna buat modus kalian  yang lagi ada di dalam fase PDKT.

   "Aku mau kerumah kamu nih, kamu mau di bawain apa?"

   "*kirim sms* Sombonggg! :("

   "Temen-temenku bilang kita kayak pacaran, padahal kan ngga ya. Hahaha" *ngarep*

   "Nanti mau aku bangunin sahur ngga? #PDKTVersiRamadhan"

   "*kirim sms* Dor!"

   "Aku pulang sendirian nih, mau barengan ngga?"

   "Jangan lupa sholat ya :)"
  
Baca selengkapnya »

12/07/2013

Asal Muasal NyuNyu



NyuNyu Everywhere..


   "NyuNyu.. NyuNyu Everythere..."
   Itulah kata manusia yang menghuni TL gue. Dan ini ada beberapa penampakan lagi..

Smandu ~> Sekolah gue


Kantin mamak ~> Kantin sekolah gue


 
Emangnya NyuNyu itu apaan sih?
   Sebagai pendiri, jujur aja gue juga ngga tau NyuNyu itu apa. Awalnya sih gue cuma bikin twitter dengan username @NyuNyuMan  . Nah setelah itu ada temen deket gue ( Namanya Dinar ) dia juga ikutan pake username gituan. Akhirnya temen-temen gue yang lain malah ikutan tertarik memakai username yang hina itu.

   Karena gue liat banyak peminat, akhirnya gue buat NyuNyu itu menjadi sebuah community.

   Community? Tujuannya apa?
   Community ini ngga ada tujuan. Hanya sekedar fun-fun doang. Mungkin yang tinggal satu daerah, bisa membuat gath kecil-kecilan.

   Kalau ada waktu luang, mungkin akan membuat perkumpulan iseng-iseng. Misalnya bulan puasa nanti NyuNyu mungkin ngadain buka bersama bareng, terus nyewa bioskop buat nonton bareng NyuNyu. Mangkal bareng di makam pahlawan bareng om-om 

   Emangnya anggota NyuNyu ada orang luar ya? Sekarang anggotanya sudah berapa orang?
   Populasi anggota NyuNyu kebanyakan di Medan - Sumatra Utara. Bukan cuma hanya di medan kok, diluar kota juga ada, tapi ngga sebanyak di medan. Anggotanya sih baru sedikit, sekitar 25+ gitu deh.

   Kalau anggotanya sedikit, kenapa bisa terkenal?
   Iya..
   Jadi NyuNyu itu terkadang ngadain "Twit War" setiap malem minggu atau minggu malam. Maksud dari twit war itu bukan ngajak ribut, tapi kami mengomentari orang-orang yang "belum beres". Contohnya @farhatabbaslaw , dia suka ngetwit ini itu dan mencari sensasi. Sebagai calon capres menurut gue dia ngga cocok banget jadi presiden. Karena rasa "ngga suka" ini anggota NyuNyu menggelar twit war. Terkadang anggota NyuNyu juga twit war dengan para hatters NyuNyu yang lain.

   Oh gitu.. NyuNyu itu lahirnya kapan? Leader-nya ada ngga?
   Community NyuNyu itu lahir tanggal 25-Mei-2013. Leadernya gue sendiri ( @NyuNyuMan )

   Hmm.. Terus syarat masuk NyuNyu apaan?
   Syaratnya sih gampang, pertama lo harus nge-DM gue ( @NyuNyuMan ). Elu harus ngasih tau dulu ke gue kalau mau join, jangan langsung ganti username sebelum gue ijinin. Nah syarat kedua, lo harus ganti username jadi @NyuNyu....   ( Tanda "..." bisa lo ganti jadi apa aja yang lo pengen, misalnya "John" dll )

   Lah? Kalau aku ngga ijin pake username NyuNyu gimana dong?
   Ya.. Siap-siap aja deh bakal di twit war sama anak NyuNyu yang lain. 

   Terus kalau udah di terima di community harus ngapain lagi?
   Pertama, anggota yang baru masuk harus nyapa anggota NyuNyu ( Via twitter ). Tujuannya supaya anggota NyuNyu yang lain tau kalau elo anggota baru. Kedua, lo harus ngefollow semua anggota NyuNyu, kalau mau minta folback lo tinggal mention mereka aja.

   Sedikit tambahan lagi deh, anak NyuNyu itu sering ngucapin selamat pagi, siang, sore, malam. Jadi maklum aja kalau setelah join NyuNyu, mention lo bakalan penuh sama ucapan selamat pagi, dll. Buat yang jomblo, ya lumayan lah kalau lo join di community ini, jadi serasa ngga jomblo gitukan di ucapin terus.

   Nah, NyuNyu itu bisa terkenal mungkin karena kehebohannya di twitter, ada yang suka sesama jenis, ada yang doyan ngetwit galau, ada yang ngetwit lucu, ada yang atheis, dan di NyuNyu ada juga kucing yang doyan ngetwit ( Ini serius! ). Memang anggotanya ngga seberapa sih, tapi jenisnya ada bermacem-macem.

   NyuNyu kalau ngetwit juga suka keroyokan, biasanya satu muncul, yang lain ikutan muncul. Jadi maklum deh buat yang ngefollow salah satu anggota NyuNyu TLnya sering di ramein hal-hal ngga jelas.

   Ada peraturan di community NyuNyu ngga?
   Ada..
   1. Jangan ganti username sebelum ijin ke gue ( @NyuNyuMan )
   2. Kalau join, wajib ganti username jadi @NyuNyu.. ( Contoh : @NyuNyuMonyet, @NyuNyuMblo )
   3. Setelah diterima, lo wajib nyapa anak-anak NyuNyu yang ada di twitter.
   4. Jangan lupa ngefollow twitter NyuNyu yang lain.
   5. Ngga ada senioritas di dalam community.
   6. Ngga ada gengsi-gengsian sesama community.
   Yah pokoknya gitu deh.

   Terakhir deh, ada pesan buat anak NyuNyu ngga?
   Ya pesannya jangan banyak yang jomblo deh disini. Jomblo sih boleh aja, tapi jangan kelamaan jomblo, kasian hati lo semua pada berdebu gitu. Sendal aja punya pasangan, masa lo ngga punya? Truk aja punya gandengan, masa lo ngga punya? *lalu di gebukin*
   Buat yang mau tau banyak hal, mendingan join dulu deh, baru nanya-nanya lagi *promosi*
   Sekian, keep solid Nyu! 
Baca selengkapnya »

10/07/2013

Lirik Lagu Cinta Bersemi di Wiladatika








Dengarkanlah suara hati ini
Suara hati yang ingin ku dendangkan
Tak mampu untuk kusampaikan
Kan kuungkapkan lewat lagu

Berawal dari pertemuan ini
Rasa itupun ada di hatiku
Menghiasi di relung sukmaku
Cinta lokasi di wiladatika

Oh, mungkinkah rasa cinta ini
Akan abadi untuk selamanya
Tak mampu untuk kusampaikan
Kan kuungkapkan lewat lagu

Oh mungkinkah rasa cinta ini
Akan abadi untuk selamanya
Tak mampu untuk kusampaikan
Kan kuungkapkan lewat lagu

Berawal dari pertemuan ini
Rasa itupun ada di hatiku
Menghiasi di relung sukmaku
Cinta lokasi di wiladatika

Akankah cintaku sebatas pertemuan
Yang hanya jadi sebuah kenangan
Akankah rinduku sebatas pertemuan
Yang hanya ada di wiladatika

Akankah cintaku sebatas pertemuan
Yang hanya jadi sebuah kenangan
Akankah rinduku sebatas pertemuan
 
Yang hanya ada di wiladatika
Yang hanya ada di wiladatika
Yang hanya ada di wiladatika
Baca selengkapnya »

06/07/2013

Istilah BW yang sering digunakan para blogger






   "Eh, blog lo kok bisa rame? Blog gue kok ngga?"
   " Emang lu punya blog?"
   "Punya lah, gue udah berbulan-bulan ngeblog, tapi blog gue kayak kuburan, sepi banget. Malahan gue rasa ngga ada yang mampir ke blog gue."
   "Mungkin lo jarang update kali.."
   "Ngga, gue sering update kok. Bahkan seminggu sekali gue ngga pernah bolos buat ngepost sesuatu di blog gue. Coba aja deh cek blog gue."

   Akhirnya gue ngecek blognya. Isinya bagus, tulisannya juga bagus, ada postnya yang memotivasi. Gue heran kenapa anak nyasar yang satu ini blognya bisa sepi.

   "Lo sering BW ngga?"
   "Ha? BW apaan?"
   "....."

   Nah..
   Disini masalahnya. Sebagai seorang "blogger" masa dia ngga tau arti BW? Apa dia punya blog cuma untuk buat diary online? Atau dia cuma masukin karya puisi-puisi, lirik lagu, dan kegiatan dia sehari-hari tanpa pernah BW?

   BW itu apaan sih?
   BW itu istilah yang sering dipake buat para blogger. BW artinya blog walking.

   Blog kiking? Apaan sih? Gue ngga ngerti bahasa Inggris.
   Blog walking..
   Itu artinya jalan-jalan ke blog orang. Lo bisa ngeshare link lo ke blog orang lain, lo ngoment post orang lain. Ya pokoknya kegiatan aktif yang lo lakuin ke blog orang lah.

   Emang gunanaya apaan sih?
   Yaelah, lu bego atau gimana sih?
   Ya penting lah. Secara tidak langsung lo udah ngasih feedback ke orang lain. Kalau lo ngoment atau semacamnya, terkadang dia suka buak profil orang-orang yang ngasih feedback ke-dia. Otomatis dia bakal buka blog lo juga. Istilah lainnya sebagai ajang promosi deh.

   Kalau di kehidupan kita sama ibaratnya kayak silaturahmi. Lo dateng kerumah saudara lo, dan lo diterima dengan baik di rumahnya. Saudara yang lo kunjungi pasti bakal inget sama lo karena udah mampir kerumahnya, otomatis dia ngga bakal lupa sama lo dan mungkin lain hari dia bakal mengunjingi rumah lo untuk menjalin silaturahmi.
   
   Selain itu, sewaktu lo lagi BW, lo juga bisa belajar.
   "Oh jadi gue bisa pinter matematika ya?"
   Bukan. Lo akan belajar bagaimana cara menulis yang baik dan benar. Gimana caranya buat post agar orang-orang tertarik ngebaca post elu. Gimana caranya buat judul yang menarik sehingga orang-orang penasaran dan membuka blog yang lo punya.

   Tapi inget pesan gue, kalau memang lo mau ngasih feedback ke orang dengan cara ngoment postnya, lo harus ngoment yang bermanfaat. Jangan asal ngasih coment doang, lo harus baca dulu post dia sebelumnya biar coment lo sesuai sama tema post dia. Kalau lo memang ngga tau apa-apa, mendingan lo jadi silent reader aja deh. Dari pada lo ribut-ribut ngga jelas dan ngga nyambung.

   Semoga post gue yang ini bermanfaat buat elo semua ya :)
   Sekian.
Baca selengkapnya »

01/07/2013

Power Of A Yawn!

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh_U_F_YlJwszLBcbIscxm6HhuZQC59f8j8gY5GTb2w4FDxG7-KomLEVHqLGzW8-Q6FmV6W20ACdAlzfJdhRBaL8ShHZhzHSfYfu6bQnkezNHeEyPQCZ3phYgtUQ0PAb4Wt9n5Q1Ykwt79/s200/menguap+1.jpg 

 Power of a yawn? Apaan nih? Power ranger baru?
   Bukan, Power of a yawn itu maksudnya adalah kekuatan menguap. Maksud gue disini bukan menguap dari cair menjadi gas atau semacamnya. Jadi gini gue jelain dulu,

   Lo pernah menguap kan? Pasti pernah. Gue nulis post yang ini aja sampe nguap berkali-kali.

   Jadi makna dari menguap ini sangatlah banyak, mulai dari kelelahan, bosan, stres, ngantuk dan lain-lain. Menguap juga bisa terjadi bila ada kelebihan karbondioksida atau kelangkaan oksigen dalam aliran darah. Mungkin lebih menarik lagi kalau gue bilang bahwa menguap itu bisa menular di antara manusia. Setidaknya bisa kita rasakan ketika orang lain menguap, membaca tulisan yang panjang, membaca tentang menguap dan bisa juga dengan pemikiran. Sebenarnya itu aja sudah cukup mendorong perilaku tersebut untuk menular.

   Meskipun aktifitas menguap adalah aktifitas yang sangat umum, namun secara fisiologis dan psikologis menilai ini sebagai perilaku yang kurang bisa dipahami. Menguap adalah aktifitas yang ditandai dengan perilaku mulut yang menganga, disertai dengan menarik napas dalam-dalam, yang berakhir dengan menutup mulut dengan cepat sambil mengeluarkan air mata. Perilaku ini berada di bawah kontrol kesadaran, sehingga tidak dapat dikendalikan.

   Masih belum percaya kalau menguap itu bisa menular? Oke, gue kasih video nih.






  Nah loh, udah nguap belum lo? Pasti udah. HAHAHA!
 

   Jadi, menguap itu adalah tindakan refleks yang terjadi pada semua orang. Biasanya dilakukan untuk menghidup udara dalam jumlah yang banyak.

   Studi yang terbaru menunjukkan kalau menguap itu bukan cuma sebagai tanda seseorang pengen tidur. Tujuan menguap itu juga bisa mendinginkan otak sehingga otak bisa beroperasi lebih efisien dan tetap terjaga.

   Terus kenapa kalau ada orang menguap, yang ngeliatnya juga ikut nguap?

    Penyebab menguap menular dipicu karena mekanisme empatik yang berfungsi untuk menjaga kewaspadaan kelompok. Karena menguap adalah tanda empati. Kalimat itu yang di ucapkan oleh seorang peneliti ( Dr Gordon Gallup )

Penyebab lain menularnya menguap karena aktifnya sistem saraf cermin ( mirror neurons system ) yaitu neuron yang terletak di bagian depan setiap belahan otak vertebrata tertentu. Ketika menerima rangsangan dari spesies yang sama, maka spesies tersebut akan mengaktifkan daerah yang ama di otak. Hal itulah yang menyebabkan seseorang menguap jika melihat orang yang sedang menguap.


   Nah, pertanyaan gue.
   Udah berapa kali lo nguap ketika baca post gue yang ini + nonton video yang gue kasih? Selamat mengingat ~




Baca selengkapnya »

28/06/2013

Perbedaan Taik




 


   Dari gambar di atas udah tau kan apa yang mau gue bahas sekarang?
   Iya, gue bau ngebahas tentang eek. Kalau bahasa kasarnya TAIK (Sengaja di capslock biar keliatan kasar).

   Mungkin kalian udah tau apa itu taik.
   Ha? APA?! Serius lo ngga tau? Aduh.. Tinggal dimana sih? Yaudah gue jelasin deh.
   
   Taik itu adalah sesuatu yang keluar dari anus kita. Jadi, apa yang kita makan akan di cerna di dalam perut, lalu ketika selesai di cerna, kotoran yang tidak berguna akan di buang lewat anus kita. Taik itu keluar pas kita buang air besar. 

   Apa buang air besar?  
   Buang air besar disini artinya bukan buang air secara besar-besaran, disini artinya adalah kegiatan yang lo lakuin setiap pagi.

   Emang gue ngapain tiap pagi?
   PIKIRIN AJA SENDIRI!

   Oke, balik ke topik. 
   Kenapa gue bahas tentang taik? Iya, kira-kira setahun yang lalu gue pernah liat gambar perbedaan taik, dan saat gue nulis, gue malah kepikiran hal jorok ini. Semoga gambar-gambar di bawah ini bisa menambah selera makan kalian semua ya!


Klik gambar untuk perbesar
 

   Gimana udah ngerti perbedaannya? Bagus deh kalau lo semua udah ngerti, untuk nutup post ini, gue kasih lo gambar "taik" yang lebih hidup lagi.


Kue Taik







Taik



Orang makan taik

Baca selengkapnya »

25/06/2013

Cinta Bersemi di Wiladatika #PART 5 - LAST PART








Jumat, 17 Mei 2013 ( Hari ke 5 )


07.30
   Seluruh peserta telah selesai melakukan persiapan dan siap untuk melanjutkan kegiatan berikutnya. Kegiatan berikutnya adalah "Jelajah Nusantara". Kegiatan ini di lakukan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
   Seluruh peserta sudah masuk ke dalam bus masing-masing. Saat itu Syifa satu bus dengan gue. Gue berharap bisa duduk di sebelah Syifa.

   "Oi, duduk disini aja. Sebelahan" Teriak temen gue.
   Dia adalah temen sekamar gue. Belum sempat gue ngomong apa-apa, dia udah narik tangan gue dan nyuruh duduk di sebelahnya. Gue pasrah.

   Setelah beberapa menit gue duduk, Syifa dan temen-temennya masuk ke dalam bus. Dia duduk sendirian, dan ternyata Eben belum ngambil tempat duduk, kebetulan disebelah Syifa kosong. Gue berharap si Eben ngga duduk sama Syifa.

   "Eh Syifa, pindah disini aja" Teriak Tasya dari depan.
   Akhirnya Syifa duduk di sebelah Tasya.
   "Hah.." Gue lega.

   Setelah semuanya beres, kami pergi menuju TMII. Berhubung peserta LDK banyak, waktu itu ada sekitar 5/6 bus yang di pakai untuk mengantarkan kami ke TMII.
  
08.00
   Kami telah sampai di TMII. TMII tidak terlalu jauh dari tempat asrama para peserta. Dalam waktu 30 sampai 40 menit kami sudah tiba di TMII.
   Setelah turun dari bus, kami di bariskan disuatu tempat dan di beri arahan. Disitu seluruh peserta LDK di beri tugas untuk mencatat hal-hal penting dari setiap bangunan provinsi yang ada di TMII.


Saat diberi arahan

   Setelah di beri arahan, kami memulai mengikuti kegiatan. Di TMII sangat banyak rumah adat dari seluruh provinsi Indonesia. Disitu kita bisa mengenal budaya-budaya yang ada dari Indonesia.
   Rute yang di berikan oleh fasilitator adalah mengelilingi TMII. Dengan bermodalkan minum dan topi, seluruh peserta LDK mengelilingi TMII di cuaca yang sangat panas.
   Agak menghilangkan penat, setiap pemberhentian di suatu rumah adat, kami selalu melihat pemandangannya terlebih dahulu, atau mencari tempat ber-ac, tidak lupa juga mengambil beberapa foto untuk kenang-kenangan.


Kelompok Gue
    







   Setelah mampir ke beberapa rumah adat, tiba-tiba salah 3 ( 3 orang soalnya ) dari kelompok gue menghilang. Seharusnya dia bertugas untuk mencatat beberapa hal penting ke dalam rumah adat, sedangkan gue dan temen-temen sekelompok yang lain nunggu di luar.

   Kami mencoba nyari ke dalam rumah adat yang dia masuki tadi, ternyata udah ngga ada. Gue ngga tau dia keluarnya dari mana, apa mungkin di dalam rumah adat ada pintu kemana saja? Ngga mungkin.
   Akhirnya kami putuskan untuk mencari kelompok yang hilang tadi dengan rute melanjutkan perjalanan yang hampir selesai.

   Hingga mendekati tempat finish kami belum menemukan teman kami yang hilang di telan bumi tadi. Karena kelelahan, kami berhenti sebentar di pinggir jalan. Layaknya gembel yang lagi kelelahan, kami duduk dan bercerita-cerita sambil berharap teman kami muncul.


Gembel Style ~


   Agar tidak bosan, kami memainkan permainan truth or die dare. Fajar, sewaktu dia terkena hukuman, dia lebih memilih dare ketimbang truth, akhirnya dia disuruh lari dari ujung jalan ke ujung jalan lainnya sambil neriakin "KEBAKARAN!! KEBAKARANN!"
   Kalau gini caranya gue lebih milih truth ketimbang dare. Kelompok gue ngasih tantangan ngga berprikemanusiaan, jadi lebih baik gue pilih jujur sewaktu kena hukuman.

   Hampir setengah jam kami menunggu, akhirnya teman kami yang hilang tadi muncul kembali. Kami melanjutkan perjalanan sampai akhirnya ke titik finish.
   Disitu kami beristirahat dan melanjutkan permainan truth or dare yang mematikan tadi. Mulai dari disuruh teriak "HUJANN" di panas terik, goyang itik di jalanan, teriak "SIAPA YANG MAU JADI PACAR GUE?" di tengah jalan, sampai ngomong "Saya imut kan?" ke orang-orang yang ada di sekitar lokasi. Parah, demi apapun temen-temen sekelompok gue parah.

12.00
   Waktu udah menunjukkan kalau sudah mau memasuki waktunya ibadah jumat. Gue dan temen-temen pergi kearah masjid sambil melanjutkan games mematikan. Saat itu Rayhan yang kena hukuman. Dia diberika hukuman untuk "menyuapkan 3 cewek, terus ngomong "aku imut kan? aku maniskan?""








 

   Semoga cewek-cewek di atas ngga ada yang keracunan ya setelah nerima makanan dari si Rayhan. Tapi bukan cuma Rayhan, Alan juga terkena hukuman yang sama.





   Ada yang lebih parah lagi, salah satu temen gue yang mau ikutan main, terkena hukuman "Nembak fasilitator", ya mau ngga mau dia harus mau ~







   *****

  
   Tidak lama kami bermain-main, ternyata suara adzan sudah terdengar, itu waktunya peserta LDK cowok yang muslim untuk sholat jumat di masjid Pengeran Diponegoro.
   Usai sholat jumat, seluruh peserta diberikan jatah makan siang. Kami makan di halaman masjid. Setelah selesai makan, kami di perintahkan untuk membersihkan halaman masjid agar tidak kotor karena bekas sampah makanan yang kami makan tadi.

   Setelah semua beres, seluruh peserta di berikan waktu bebas bermain di TMII.
   Saat itu gue pengen jalan bareng temen-temen seprovinsi. Kenapa? Ngga ada jawaban lain, karena ada Syifa. Tapi sayang, saat itu dia pergi jalan dengan kelompok lain, dan akhirnya gue memutuskan untuk jalan dengan kelompok gue dan temen-temen yang lain.

   Kelompok gue saat itu berencana ingin naik sepeda, tapi ngga tau kenapa saat gue sampe di tempat penyewaan sepeda, temen-temen gue yang lain pada menghilang. Mereka ngga tau kemana. Yang tersisa cuma gue, Fajar dan Rayhan. Akhirnya kami memutuskan untuk mengambil sepeda yang bisa di naiki oleh tiga orang sekaligus.

   Tidak jauh dari tempat sepeda, kami ketemu dengan teman-teman kami yang hilang tadi. Ternyata mereka naik mobil sewaan untuk keliling TMII. Tapi ngga apa-apa deh gue naik sepeda, sekalian olahraga. Pikir gue.

   Belum nyampe setengah jalan, rantai sepeda putus.
   "Sial!" Pikir gue.
   Ini sepeda belum juga sejam udah rusak aja, untung ngga sempat gue ajak jadian, kalau gue ajak jadian mungkin sekarang gue udah di putusin sama sepedanya.

   Dengan bermodal sepeda kampret, gue dan dua orang temen gue tadi berhasil ngelilingi TMII satu putaran. Dalam satu putaran, lebih 10 kali rantai sepeda yang kami naikkan putus. Karena bete, akhirnya kami bertiga memutuskan untuk mengganti sepedanya menjadi sepeda single.

   Kami memutari TMII sekitar beberapa kali sampai akhirnya kami memutuskan untuk istirahat. Saat gue dan temen-temen istirahat, gue ngga sengaja nemu kucing berbelang ungu.




   Menurut gue, dia adalah kucing. Iya kucing, lebih tepatnya bos di antara bos preman kucing lainnya. Bisa lu liat tampangnya yang serem, tapi jangan liat warna bulunya yang unyu. Waktu itu gue ngga sempat ngeliat kelamin kucing ini apa, yang jelas dia ungu. Kemungkinan besar, kalau kucing ini perempuan, dan dia ungu. Berarti dia janda.

   Selain itu, saat lagi beristirahat kami juga menemukan orang yang sedang shooting. Sebenarnya gue ngga kenal siapa artisnya dan film apa yang mereka buat. Yang penting mereka shooting deh.




15.00
   Kami di instruksikan untuk mengumpul di bundaran air mancur yang besar. Gue ngga tau apa nama monumennya, yang jelas disitu ada air mancur, dan ada airnya.
   Sebagian peserta sudah mengumpul di bundaran air mancur, dan tiba-tiba ada yang membuat flashmob tarian "GEMUFAMIRE". Waktu itu gue ragu untuk gabung ke flashmob-nya. Tapi berhubung hari terakhir, gue harus manfaatin semua kejadian yang ada. Akhirnya gue ikut bergabung dan berjoget bersama peserta LDK.


Penampakan FlashMob 1



Penampakan FlashMob 2



Penampakan FlashMob 3

   Setelah melakukan flashmob, kami di bariskan lagi sesuai masing-masing kelompok. Lalu fasilitator menyuruh kami untuk melakukan flashmob ulang, saat itu tim fasilitator ada yang merekam, tapi datanya ngga ada di kasih, jadi ngga ada dokumentasinya deh.

   Selesai di bariskan, seluruh peserta disuruh kembali ke dalam bus masing-masing.
   Sayang pada saat itu gue ngga bisa jalan bareng Syifa, tapi yang intinya sekarang gue harus ngedapetin Syifa.

   "Ada yang belum lengkap nih" Kata salah satu peserta LDK di dalam bus.
   Ternyata Syifa dan Tasya belum balik kedalam bus. Sama halnya dengan peserta yang ada di bus lain, ada juga yang belum lengkap.

   Sempat menunggu selama 15 menit, Syifa belum muncul juga. Akhirnya gue dan Eben memutuskan buat turun dan nyari mereka, tapi setelah gue mau turun, ternyata Syifa dan Tasya masuk ke dalam bus. Yang gue denger mereka jalan bareng dengan anak-anak yang ada di bus lain juga.

   Gue disitu kesel. Kesel liat Syifa. Gue ngeliat dia jalan bareng cowok-cowok dari bus sebelah. Memang ada temen ceweknya, tapi tetap aja gue ngga setuju. Sepanjang perjalanan pulang gue galau. Gue diem, gue kesel.

   Disini Syifa pasti ngga ngerti apa yang gue rasain. Karena gue juga belum sempat bilang suka ke dia. 

   "Eh kau kenapa?" Tanya Candra
   "Ngga apa-apa kok Can."
   Pas pulang gue sebelahan sama Candra, mungkin cuma dia yang ngerti apa yang gue rasain saat itu. Gue ngga banyak ngomong setelah pulang dari sana. Candra binggung ngeliat gue kenapa gue berubah mendadak.

   Hari mulai sore.
   Gue baru nyampe di taman Wiladatika. Seluruh peserta langsung menuju asramanya dan membersihkan diri. Acara selanjutnya yaitu "Api Unggun" dan "Penutupan".
   Acaranya di laksanakan setelah sholat Isya.

   Tanpa diduga, seluruh peserta disuruh untuk datang ke aula mengambil uang transportasi sekaligus uang jajan yang telah disediakan dari pemerintah.
   Saat itu gue ngeliat Syifa di lobby aula, dia cuma diem sendirian. Gue coba basa basi,

   "Udah tanda tangan?"
   "Udah"
    Gue liat dia belum megang amplop, berarti dia baru tanda tangan doang, belum ngambil amplopnya.
   "Eumm.. Aku tanda tangan dulu ya"
   "Iya.." Jawabnya datar.

    Setelah tanda tangan gue balik lagi ke tempat dimana gue dan Syifa berdiri. Saat itu gue cuma menanyakan hal-hal ngga penting cuma untuk sekedar basa-basi. Dan keadaan hening sesaat setelah gue dan dia sama-sama diem.

   Gue sempat mau nge-gombal sedikit, gue mau bilang
   "Papa kamu dokter kelamin ya?"
   "Emangnya kenapa?"
   "Abis muka kamu kayak titit"
   
   Menurut gue itu gombalin paling jelek, yaudah gue urungkan niat gue buat ngegombal. 
   Lalu hening lagi.

   "Eh Syifa, ada yang mau kenalan nih" Teriak salah seorang LDK.
   Gue langsung ngeliat ke arah teriakan anak itu.
   "Ini nih, dia mau kenalan.."
    Disitu gue cuma bisa diem, lama kelamaan gue menjauh dari Syifa. Gue ngga tau mau ngapain, gue ngga mungkin marah karena ngga berhak.
   Mungkin ini yang namanya mimpi ketinggian. Gue berharap bisa deket dan jadian sama Syifa, tapi disini gue dibangunkan dari mimpi gue yang ketinggian ini. Gue liat banyak cowok yang deket sama Syifa. Saingan gue banyak. Disini Syifa belum ada kepastian.

   Gue tau kalau hidup itu penuh dengan ketidak pastian, tapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti. Kalau pindah di-identikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya. Padahal untuk melakukan percapaian lebih kita tidak hanya bisa bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan yang lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan.

   Disini gue berpikir, untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue ngga perlu jadi manusia super. Gue cuma perlu menjadi manusia yang berani pindah. Gue berpikir kalau Syifa ngga mungkin bisa jadian sama gue. Gue mencoba mulai menjauh sedikit demi sedikit dan tetap memendam perasaan gue.
  
   Gue ngga pernah ngerti sama diri gue sendiri. Kenapa hal yang begitu kecil bisa jadi besar buat gue. Bisa ngebuat gue kecewa dan gue ngga pernah ngerti kenapa kekecewaan ini bisa berubah seperti kanker yang menyebar dan menggerogoti perasaan gue sendiri, yang lama kelamaan membunuh dari dalam, dan mati. Gue ngga pernah ngerti gimana caranya mensiasati ini. Gue ngga ngerti kenapa buat gue, what has done yah done. The damage has been done, and nothing we can do about it. There is absolutely nothing we can do about it. Kenapa gue ngga bisa ngungkapin perasaan gue?

   Disini gue mulai labil. Gue masih binggung, gue di kasih dua pilihan. Mau membatalkan niat gue buat nembak atau ngelanjutin?
   Gimana kita bisa tau apa yang kita pilih itu benar? Gimana kita bisa tau apakah kita akan bahagia dengan pilihan kita? Aksi kita? Konsekuensi kita? Relativisme dalam contoh yang paling sempurna. Yang gue tau filsafat katanya bisa membantu kita memecahkan permasalahan dalam hidup, tapi menurut gue yang ada justru pertanyaan satu mengikuti pertanyaan lainnya.


*****


19.00
   Gue dan dan temen-temen seprovinsi gue yang cowok udah selesai pakaian. Seperti biasa, gue menuju kamar temen cewek yang seprovinsi sama gue.

   "Tok tok tok!" Gue mengetuk pintu mereka. Lalu Ratu membukanya.
   "Bentar ya, yang lain pada masih pakaian."

   Akhirnya gue menunggu di lobby asrama mereka. 
   Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya mereka keluar kamar dan telah selesai pakaian. Ada yang berbeda dari Syifa malam ini. Kalau kemarin dia di dandan-ni, malam ini ngga. Terlihat dari rambutnya yang tidak di ikat dan dibiarkan mengembang. Tapi gimana-pun gayanya dia, dimata gue dia tetep cakep #Uhuk

   Saat itu guru pembimbing gue (Ibu Ade) sedang jatuh sakit, sehingga tidak bisa menemani kami ke lapangan untuk acara penutupan dan api unggun.

    Tanpa diduga, sebelum acara dimulai, hujan mulai turun. Hujan yang di awali dengan rintik-rintik kecil, dan diteruskan dengan hujan lebat. Acara api unggun batal. Semua peserta akhirnya masuk ke dalam aula Sarbini. Acara di ganti menjadi perform dari setiap provinsi. Tapi tidak diwajibkan untuk tampil. Karena ngga di wajibkan untuk tampil, akhirnya provinsi Sumatra Utara tidak mendaftar karena tidak ada persiapan yang matang sebelumnya. Dari provinsi gue cuma bisa duduk di aula dan menonton perform setiap provinsi.

   Awalnya kami semua duduk tersusun rapi, tapi lama kelamaan temen-temen gue mulai menghilang. Joko, Candra dan Eben tertidur pulas sambil menyenderkan badan di dinding aula. Yang tersisa hanyalah temen cewek.

   Mungkin saat itu Syifa kelelahan, jadi dia butuh senderan. Karena dia berteman deket dengan Tasya, diapun menyenderkan badannya ke Tasya. Saat itu Tasya duduk di samping gue. Otomatis gue bisa ngeliatin Syifa dari jarak yang lebih dekat lagi.

   Gue seneng ngeliat dia. Gue nyaman deket dia. Kalau bisa gue pengen ngabisin waktu dengan dia.
   Waktu itu Tasya pergi ngga tau kemana, akhirnya gue bergabung sama temen-temen gue dari Padang dan gue minta di ajarkan tarian yang mereka tampilkan. Saat itu tiba-tiba Syifa melakukan gerakan yang lagi gue coba. Ternyata dia bisa. Gue juga ngga tau dia kenapa bisa, gue ngga tau kalau dia ternyata guru nari. Dan ternyata memang bukan guru nari.

   Lama-kelamaan seluruh provinsi telah menampilkan shownya di aula. Waktunya untuk cemilan. Syifa pergi keluar dan menitipkan tasnya ke gue. Saat itu gue cerita dengan temen-temen gue dari padang, terkadang gue berganti arah bercerita ke temen-temen gue dari provinsi SUMUT.
   Gue minta pendapat untuk apa yang harus gue lakuin malam ini. Gue mau nembak Syifa. 
   Setelah panjang bercerita, Syifa belum juga masuk. Akhirnya gue mencari dia keluar aula, dan gue mengambil secangkir minuman hangat. Tas yang dia titipkan tadi gue titip ke temen gue yang ada di dalam aula dan gue iket dengan bet nama gue supaya ngga hilang. Setelah gue keluar aula, gue ngeliat Syifa masuk ke dalam aula, dan dia bergabung dengan teman-temannya yang lain.

   "Syifa ngga inget gue lagi ya?" Pikir gue.
   Gue diem diluar aula. Gue cuma bisa ngeliatin dia dari balik kaca yang tembus pandang. Gue ngga berani masuk dan ngga berani negur.

   Tiba-tiba ada pengumuman bahwa peserta LDK harus masuk agar di foto perprovinsi dan keseluruhan.
   Setelah semua lengkap, akhirnya sesi foto dimulai. Saat giliran Sumatra Utara selesai, Syifa mau kelihatan susah menuruni podium yang ada di dalam aula. Gue mencoba membantu dia turun dengan nawarin tangan gue untuk pegangan,

   "Huh" Kata dia tak acuh.
   "JLEB!"

   Demi apa ini GUE SAKIT HATI -____-
   Udah jelas-jelas gue nawarin, malah di acuhin. Cuma sakit yang gue rasain saat itu, gue mulai ciut untuk ngungkapin perasaan gue ke Syifa. Dari sini gue bisa menilai kalau dia ngga suka sama gue.

   "Maaf ya, cuma bercanda" Syifa menepuk pundak gue seolah menyatakan permintaan maaf.
   Gue menepuk pundaknya balik dan ngga berbicara apapun sebagai tanda menyatakan "GUE NAKSIR SAMA LO, YOU MONKEY!"

   Setelah kejadian itu, gue mulai jaga jarak lagi. Gue takut gue di tolak. Mungkin ini yang namanya "jatuh cinta kepada orang yang tepat, tapi di waktu yang salah." Tapi gue belum nyerah, gue masih harus mencoba.

   Selesai kegiatan sesi foto dan penutupan, banyak peserta yang berkeliaran kesana-kemari. Sedangkan gue? Gue cuma ngeliatin Syifa dari jauh. Saat ini gue binggung apakah harus ngungkapin perasaan gue ke Syifa atau diem aja? Gue ibarat marmut. Ngga tau kapan harus berhenti berlalu di roda yang berputar.

   Setelah banyak kejadian yang ngga gue inginkan, gue ngerasa kalau gue ada di bagian orang-orang unrequited love, atau cinta yang tak terbalas. Hal ini adalah yang buat kita bisa mengais tanah. Untuk tau kalau cinta tak terbalas, rasanya sama kayak diberitau bahwa kita tidak pantas untuk mendapatkan orang tersebut. Rasanya seperti di ingatkan bahwa kita memang tidak sempurna, atau setidaknya tidak cukup sempurna untuk orang tersebut.

   Tapi..
   Kalau yang namanya kesempurnaan itu ngga ada, dan kita terus mengejar kesempurnaan itu, berarti gue mengejar sesuatu yang ngga ada? Dan kalau memaafkan itu berarti melupakan, gimana cara melupakan sesuatu yang telah kita maafkan? Atau bahkan jika hal tersebut seharusnya tidak terjadi?
   Balik ke awal, seperti yang gue bilang, pertanyaan satu mewakili pertanyaan lainnya. Tidak akan pernah habis.

   Orang-orang di aula sudah mulai sepi, hari sudah mulai larut malam. Gue masih belum berani ngungkapin perasaan gue ke Syifa.
   Saat itu Syifa udah menuju pintu keluar, dan gue masih tetap ngeliatin dia dari jauh.

   "Eh bego! Dia udah mau balik itu" Kata temen gue dari Padang.
   "Eum.. Udah deh, biarin aja.."
   "Aduh, bego kali sih kau, udah sana kejar"
   Gue pasrah, gue ngga berani.

   "Ada apaan sih?" Tanya Monica
   "Ini, si Ardi ngga berani ngomong sama cewek itu"
   "Kau suka di? Gimana ceritanya?"

   Gue sempat cerita lagi ke temen-temen tentang Syifa dan masalah gue yang ngga berani ngungkapin perasaan. Akhirnya gue dipaksa untuk ngomong ke Syifa. Saat itu gue ngeliat dia lagi foto sama cowok *JLEB!*
 
   Setelah di paksa temen gue,yang ada gue tetap ngga berani ngomong. Saat itu temen gue masang modus ( Suer, ini bukan rencana gue ). Jadi dia nyuruh foto bareng, dan gue deketan sama Syifa. Hasil fotonya malah jadi kayak gini,



-______-

   Buat temen-temen yang waktu itu ada di sebelah Syifa, ini bukan salah gue kalau lo ngga masuk ke fotonya ya, salahin tukang fotonya ( Fajar - Padang ). Suer bukan gue!

   Setelah modus-modusan, GUE JUGA MASIH BELUM BERANI NGOMONG, HAHA!
   Gue ciut, ngga berani.
   Akhirnya Syifa-pun pergi. Dan temen-temen gue pada ngomel ke gue, iya gue bego, gue tau kok, ngga usah di omelin juga kali..

   Akhirnya gue curhat lagi dengan temen-temen di aula. Gue dapat saran kalau gue mendingan ngga usah nembak dulu, soalnya dia baru putus. Saran yang bagus, tapi kalau salah pilih? Bisa nyesel seumur hidup gue.


Sabtu, 18 Mei 2013
00.00 

   Usai cerita ini-itu, gue kembali ke asrama, dan hari mulai larut.
   Belum sempat gue ganti pakaian, ternyata peserta LDK dari Yogja akan pulang. Pada saat tengah malam itu semua beriringan mengantarkan kelompok Yogja ke tempat kendaraanya berpakir. Ada yang menangis, ada yang diem, ada yang pura-pura ngga nangis.


Tengah = Alan - Yogja

   Salah satu kelompok tim gue dari Yogja pulang, mungkin hanya beberapa foto yang ter-ambil saat malam itu. Keliatan kan Alan cenggengnya, cowok kok nangis sih..
   Gue aja pura-pura ngga nangis.



*****


   Usai melakukan perpisahan dengan kelompok Yogja, akhirnya seluruh peserta kembali ke asrama masing-masing dan mulai membereskan barang-barangnya untuk persiapan pulang.
   Setelah selesai beres-beres dan ganti pakaian, gue dapat kabar kalau "Ratu" temen gue dari Sumatra Utara bakal pulang diluan. Akhirnya gue dan temen-temen cowok dari SUMUT memutuskan untuk pergi ke kamar cewek. 

   "Pulang jam berapa?" Tanya gue
   "Katanya sih pulang jam 3" Kata Tasya dengan yakin.
   Lalu Ratu membantahnya, dia bilang ngga akan pulang sepagi itu. Tapi karena dia udah pakai pakaian yang lengkap, gue ngga percaya apa kata Ratu. Akhirnya gue dan temen-temen cowok pada main di kamar cewek sampai Ratu pulang.

   Lama kelamaan gue mulai ngantuk, dan akhirnya gue tertidur. Hal yang terakhir gue inget sebelum tidur adalah, temen cewek dari provinsi SUMUT manggil temen-temennya buat main di kamar ini.

   "Ardi.. Ardi.."
   Gue dengar ada yang manggil nama gue, dan diselingi dengan lagu gitar.
   "Ardi.. Ngapain disini?"
   Gue buka mata gue.

   "DEGG!"
   Saat gue buka mata, gue kaget. Satu ruangan kamar penuh dengan cewek. Gue langsung bangun dan pergi keluar kamar, diluar kamar ada Eben, Candra dan Joko. Ternyata mereka ngerjain gue, sial.
   Karena masih ngantuk, gue langsung tidur di depan pintu kamar. Gue sempat ngomong sebentar sama Candra, katanya dia ngga bakal balik sampe pagi. Yaudah, gue masuk lagi ke kamar cewek dan tidur di antara cewek-cewek yang ngga gue kenal sebelumnya. Gue cuek, toh gue ngantuk. Gue ngga mikir lagi gimana nasib gue sama Syifa, gue ngga tau bakal jadi apa gue ketika bangun pagi nanti, intinya gue mau tidur.

06.00
   Gue kebangun karena satu persatu temen cewek udah pada keluar kamar. Gue ngeliat disitu ngga ada lagi cowok selain gue. Gue ngga tau kemarin malem gue di apain sama mereka, gue ngga tau di kasih obat apa sampe bisa tidur pulas di kamar mesum itu.
   Pas gue bangun, gue ngeliat Syifa masih tidur. Mukanya lucu. Iya, lucu kayak gue.
   Setelah bangun, gue langsung pergi menuju asrama dan di mana kamar gue berada, dengan setengah sadar + gaya jalan ala zombie mabok, gue pergi ke kamar gue.
  
   Sampai di kamar, gue langsung ambil peralatan mandi dan pergi mandi, setelah mandi gue pakaian dan memeriksa barang-barang yang ketinggalan. Setelah selesai, gue pergi keliling asrama. Pagi itu banyak provinsi yang sudah pulang. Pagi itu banyak peserta yang menangis, foto, maupun memberikan kenang-kenangan. Gue dapet kenangan dari Aceh dan satu lagi gue lupa. Gue bakal jaga benda itu buat kenang-kenanga.
   Tiba akhirnya gue dan temen-temen harus pulang. Pada pagi itu kami semua langsung masuk ke dalam mobil dan pergi ke Taman Anggrek untuk membeli sedikit oleh-oleh.


Taman Anggrek

   Coba deh liat foto abang-abang di atas. Gue sengaja ngambil foto ini, soalnya waktu itu gue ngeliatnya aneh. Mungkin abang ini kurang bahagia masa kecilnya makanya dia main air di mall, atau mungkin dia ngetik "REG RAMAL" dan ternyata dia dapat ramalan kerjaan di air. Gue ngga tau dan gue ngga perduli. Yang penting abang ini bisa seneng deh.

   Di taman anggrek, gue membeli sebuah jam dan sebuah boneka. Jelas bukan buat pacar gue, karena gue jomblo. Itu buat adik gue, gue bales jasa sama dia karena selama gue ngikutin kegiatan LDK, adik gue lah yang jaga kucing gue dirumah. Kalau ngga ada adik gue, mungkin kucing gue udah di sate sama orang tua gue.

   Setelah selesai berbelanja, kami kembali lagi ke mobil dan menuju airport soekarno-hatta.
   Selama perjalanan gue masih mikirin nasib gue sama Syifa. Gue ngga tau bakal gimana. Sewaktu di taman anggrek, gue udah buat rencana, siapa aja yang dapet tiket bangku pesawat di sebelah Syifa, harus tukeran tempat duduk sama gue. Ngga mau tau!
   Untungnya temen-temen gue setuju.

   Ketika tiba di bandara, gue banyak ketemu dengan teman-teman LDK yang kebetulan saat itu jam keberangkatannya beda tipis dengan provinsi Sumatra Utara.
   Setelah pengambilan tiket, gue ngecek kursi Syifa nomer berapa. Gue dapet tiket  17E. Dan ternyata Syifa dapet nomer 17F. YESSSSSSSSSSSSS!
   Tuhan maha adil ternyata. Eh.. Tunggu dulu, yang duduk di 17D siapa?
   Gue cek lagi, ternyata 17D adalah Guru pendamping gue, Ibu Ade.

   Gimana ini? Ngga mungkin kan gue ngunkapin disebelah guru? Mau jadi apa gue?
   Akhirnya di ruang tunggu gue coba untuk ngerayu bu Ade supaya pindah.

   "Bu.. Ibu bisa pindah ngga?"
   "Kemana?"
   "Kemana aja deh bu"
   "Kamu nomer berapa?"
   "17E" 
   "Yaudah kita sebelahan kan?"

   Ternyata ibu ini ngga ngerti apa yang gue maksud. Akhirnya gue coba buat hipnotis lagi bu Ade.

   "Anu bu, saya ada bisnis"
   "Kamu suka yang mana?"
   "Itu Syifa itu, jadi ada rencana di pesawat, nanti pas di pesawat ibu tidur aja ya" *maksa*
   "Kita liat nanti aja deh"

   Ah dasar bu Ade PHP -___-
   Sewaktu di ruang tunggu gue sempat duduk sebelahan sama Syifa dan cerita hal-hal ngga penting. Iya, semua yang gue ceritain ngga pernah penting. Soalnya gue canggung sama cewek.
    Ngga lama ada pemberitahuan kalau pesawat di pending selama beberapa menit. Ngga sampai 10 menit setelah pengumuman, kami disuruh untuk naik ke dalam pesawat.
   "Yaelah, labil amat sih ini pilot" Pikir gue.
   Akhirnya seluruh peserta dan guru pembimbing masuk ke dalam pesawat.
   Setelah duduk dan siap untuk take off. Disitu pikiran gue mulai kacau, gue cuma bisa ngeliatin Syifa. Kalau dia nanya,
   "Kok ngeliatin mulu?"
   Gue masih bisa ngeles,
   "Ngga kok, aku ngeliatin jendela pesawat".
   Sayangnya dia ngga ada nanya begituan.
   Sepanjang perjalanan gue terus ngeliatin Syifa, dia lagi baca manga lewat HP,nya. Dia ketawa-ketawa sendiri. Gue mau ikutan ketawa, tapi gue takut di kira gila.
    Sekitar setengah jam perjalanan, dia mulai tidur. Gue diem.
   Gue merhatiin dia. Saat itu HP-nya Syifa ngga di masukin, gue ngeliatin HPnya bukan karena gue mau maling, gue takut aja HPnya jatuh ke bawah kursi. Akhirnya gue ambil HP dia terus gue simpen. Terus gue ngeliat Syifa kedinginan, akhirnya gue kecilin AC yang ke arah dia.
   Gue ngeliat temen-temen gue yang lain, semuanya tidur. Iya, seluruh peserta dari SUMUT tidur kecuali gue. Gue masih binggung mau membuka pembicaran dari mana.
   Kira-kira  satu setengah jam sebelum nyampe medan, teman-teman LDK pada bangun. Tasya nanya ke gue,
   "Udah di bilang?"
   "Belum, dia tidur" Jawab gue. 
   Saat itu Tasya, Nadya dan Eben duduknya bersebrangan dengan kursi gue, jadi bisa saling komunikasi biarpun dengan bahasa orang hutan.

   Setelah beberapa menit temen-temen gue bangun, Syifa juga ikut bangun. Gue langsung ngasih jaket gue kedia, soalnya gue tau kalau dia kedinginan. Pertama dia nolak, tapi gue tetap maksa dia harus make jaket.
   Akhirnya diapun setuju dan make jaket gue. Ada perasaan seneng yang gue rasa saat itu.

   Gue masih berpikir lagi, apakah gue harus bilang sekarang apa ngga? Kalau cinta gue bertepuk sebelah tangan gimana? Unrequited love itu ngga enak banget, sama kayak kata Charlie Brown di komik "Peanuts". Tidak ada yang bisa menghilangkan rasa selai kacang seperti cinta yang tak terbalas.

   Di dalam komik Peanuts, Charlie Brown digambarkan sebagai orang yang suka roti selai kacang. Sewaktu cintanya tidak dibalas seorang perempuan yang dia suka, setiap kali Charlie makan roti selai kacang, dia ngga bisa lagi merasakan rasa selai itu di lidahnya. Jadi jika cinta bisa membuat eek jadi rasa coklat, cinta yang tak terbalas bisa mengubah coklat jadi rasa eek. Nothing takes the flavor out of peanut butter quite like unrequited love.
   Gue juga ngga mau cinta diam-diam. Itu sama ibaratnya kayak komedi putar. Seakan berjalan, padahal sebenarnya tidak kemana-mana.

   Setelah dipikir-pikir, gue ngga boleh mendem perasaan ini. Ngga ada yang tau nasib kita ke depan kalau kita ngga berani memilih. Ini kesempatan gue untuk bilang ke Syifa. Gue mau bilang kalau dia adalah cewek yang gue suka. Otak gue udah bilang,
   "Ardi, bilang sekarang juga!"
   Perintah otak udah setengah jalan ke mulut, tetapi di tengah-tengah gue menahan diri. Gue ngga berani mikirin reaksinya Syifa. Apakah dia akan tertawa kencang? Apa dia bakal nganggap gue bohong? Atau mungkin lebih ekstrim, Syifa salah tingkah dan refleks nyundul gue sampai terbang keluar jendela pesawat?
   Akhirnya gue pending lagi.
  
30 menit sebelum landing.
   Temen gue udah pada greget ngeliat gue. Gue udah berusaha buat ngomong. Akhirnya gue memutuskan untuk ngomong, gue ngga mau nyesel.
   "Syifa.. Boleh ngomong ngga?"
   "Ha? Ngomong apa?"
   Gue diem. Gue ngga tau mau ngomong apa. Ketika gue balik badan, ternyata bu Ade dan temen-temen pada ngeliatin gue.
    What the... Ini kenapa pada liatin gue? Gue harus ngomong apaan? Gue binggung!
    Akhirnya gue nyuruh mereka untuk jangan liatin gue, gue malu. Gue coba buat ngomong lagi.
    Belum sempat ngomong, gue balikin badan gue lagi, dan ternyata mereka masing nguping, terutama bu Ade yang duduknya sebelahan sama gue. Pas gue mau ngomong, dia ngeliatin gue dan Syifa, pas gue balik badan, dia malah pura-pura tidur. Ini bencana!
   Kemakan waktu beberapa menit untuk nunggu gue ngomong. Tangan gue gemeteran, dingin, badan gue lemes. Gue canggung, gue binggung, gue malu. Semua perasaan campur aduk.
   "Eum.. Gini, Aku suka sama Syifa, mau ngga jadi pacarku?"
   Hening. Syifa berpikir sejenak.
    "Kenapa bisa suka?"
   Gue diem. Gue juga ngga ngerti kenapa gue bisa suka sama dia.
   "Apa itu perlu di jelasin?" Tanya gue.
   Akhirnya dia ikutan diem.
   "Tapi kan ngga enak, Syifa baru putus, masa langsung jadian."
   Saat dia bilang kayak gitu, gue tau gue bakal di tolak. Dan gue juga ngerti kalau dia nolak gue, gue terima alasan dia dengan lapang dada.
   "Yaudah, kalau ngga mau juga ngga apa-apa kok. Nanti aku tungguin.."
   Terjadi hening yang sangat panjang. Tangan gue mulai gemeteran ngga jelas. Temen-temen dan bu Ade ngeliatin gue. Gue lega udah ngungkapin semuanya. Jujur aja, gue pacaran baru 2 kali. Dan baru kali ini gue nembak cewek dengan ngomong langsung.
   "Kasih bungaaa" Kata Tasya dari jauh.
   Waktu di taman anggrek, sewaktu gue beli boneka, gue sempat ngeliat bunga. Dan gue rayu penjaga tokonya buat ngasih gue bunganya gratis. Alhasil gue di kasih.
   Penjaganya sih sempat nanya,
   "Buat pacar ya?"
   "Ngga pacar, buat orang special" Jawab gue.
   Saat itu gue ngga mau ngasih bunga dulu ke Syifa, gue mau nunggu jawaban dia.
   "Harus jawab sekarang?" Tanya Syifa.
   "Iya"
   Dia berpikir lagi. 


   Gue cukup lama nunggu, hingga tiba pesawat mau landing. Perumahan udah mulai keliatan dari jendela. Gue ngeliat lampu-lampu penduduk yang artinya pesawat gue udah deket dengan tanah.
   "Ayo jawab" Kata gue.
   Dia masih tetap diem.
   Gue tatap dia, akhirnya dia noleh ke arah gue. Dia mengangguk kecil.
   "Nerima nih?"
   "Iya.."
    YESSSSSSSS , teriak gue dalam hati. Sangkin senengnya gue pergi keruangan pilot, terus gue ciumin pilotnya satu persatu.

   Saat itu gue seneng, seneng banget. Gue ngga bakal ngelupain kursi pesawat yang keramat ( 17D-E-G ) dan gue ngga pernah lupa kalau gue jadian di pesawat, gue juga ngga pernah lupa kalau inilah gue pertama kali nembak cewek dengan ngomong langsung. Yang gue lupa adalah, gue jadian di titik koordinat dan ketinggian berapa? Gue ngga tau. Sampai sekarang gue ngga tau. 

   Setelah dia nerima gue, gue ngasih bunga ke dia. Itu juga pertama kalinya gue ngasih bunga ke cewek. Akhirnya ketika pesawat berhenti, kami turun dan sampai di bandara Polonia - Medan.
   Syifa mulai keliatan lengket ke gue.

   "Ciee, yang baru jadian udah deket-deketan aja" Kata Tasya.
   Gue dan Syifa cuma bisa diem.

   Setelah turun dari pesawat, kami mengambil barang. Gue dijemput mama dan adik gue. Syifa di jemput oleh mamanya. Syifa sempat nyalamin mama gue, dan gue sempat nyalamin mama Syifa.

   Bisa di simpulkan, untuk mencintai seseorang butuh keberanian.Kita harus mencobanya lebih dulu, jangan langsung menyerah ketika di tengah jalan. Mungkin banyak cobaan, tapi kalau kita tidak mencoba, kita tidak akan pernah tau hasilnya akan seperti apa.
   Kata Plato, yang namanya gelap itu ngga ada, yang ada itu kekurangan cahaya. Padahal kalau lampu diluar itu dinyalain atau bulan lebih diterangin, mungkin kita bisa lihat pemandangan bagus.
  
   Jadi, disetiap jalan yang gelap pasti ada salah satu celah yang memberikan sinar dan menuntun kita ke jalan yang tepat. Tapi kalian harus hati-hati dalam memilih, sebab apabila kalian salah memilih, maka kalian akan terjebak di kegelapan selamanya.
   Tepat di tanggal 18-Mei-2013 gue dan Syifa jadian. Hubungan gue sudah berjalan satu bulan lebih. Gue berharap  bisa lebih lama, kalau bisa selamanya. Meskipun Syifa beda satu tahun di bawah gue, gue harap, gue dan dia bisa saling mengerti satu sama lain dan saling dewasa untuk tetap mempertahankan hubungan ini. Cinta memang buta, ngga mandang apapun termasuk umur, cinta memang buta, tapi untuk melihat lebih jelas, kita hanya membutuhkan kaca mata yang pas.

   Gue berharap kisah percintaan gue kayak burung Lovebirds. Burung ini setia sama satu pasangan selama hidupnya. Burung ini cuma menikah satu kali, jika salah satu pasangan mereka mati, maka yang lain akan stres dan tidak lama akan menyusul mati juga.

   Sekarang bukan lagi lagi just the way i'am atau just the way you are, sekarang adalah just the way we are :)
 
   Selain kenangan dengan Syifa, gue juga ngga bakal lupa kenangan LDK Nasional ini. Waktu itu kelompok dari provinsi Riau membuatkan sebuah lagu yang berjudul Cinta Bersemi di Wiladatika ( Bisa di klik ). Dan ada video dokumenter sebagai kenang-kenangan kita untuk mengenang perjuangan kita selama 5 hari di taman Wiladatika.


Video Dokumenter

26-Juni-2013 ( Hari ini )

   Tepat saat post ini di terbit-kan Syifa sedang merayakan ulang tahun yang ke-16.
   HappyBirthday ya, semoga panjang umur dan semoga permohonannya bisa di kabulkan semua. Semoga menjadi anak yang bermanfaat dan patuh pada orang tua. Jangan lupa makin sayang sama pacar ya <3 


TAMAT

Baca selengkapnya »
Powered by Blogger.

Gallery